Beranda Internasional 3 Tahun Perang Sudan: 59.000 Orang Tewas, Belasan Juta Warga Mengungsi

3 Tahun Perang Sudan: 59.000 Orang Tewas, Belasan Juta Warga Mengungsi

Dalam tiga bulan pertama tahun ini saja, hampir 700 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan drone, menjadikan krisis ini sebagai salah satu bencana kemanusiaan terbesar yang terus "ditinggalkan" dunia internasional.

0
Tragedi 3 tahun perang Sudan (Al Jazeera/Mohamed Nureldin Abdallah/Reuters)

CARAPANDANG - Konflik sipil berdarah di Sudan secara resmi memasuki tahun keempat pada hari ini, Kamis (16/4/2026). Dalam tiga bulan pertama tahun ini saja, hampir 700 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan drone, menjadikan krisis ini sebagai salah satu bencana kemanusiaan terbesar yang terus "ditinggalkan" dunia internasional.

Perang antara militer Sudan (SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang dimulai April 2023 telah menyebabkan sedikitnya 59.000 orang tewas sejak konflik meletus, berdasarkan data terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, mengungkapkan bahwa dalam 90 hari pertama tahun 2026, hampir 700 warga sipil dilaporkan tewas dalam serangan drone. Wilayah Kordofan Selatan menjadi medan pertempuran utama.

Anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Dana Anak-anak PBB (UNICEF) melaporkan setidaknya 245 anak tewas atau menderita cacat permanen selama Januari-Maret 2026, meningkat 50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Drone membunuh dan melukai anak-anak di rumah, pasar, jalan, dekat sekolah dan fasilitas kesehatan," ujar Juru Bicara UNICEF di Sudan, Eva Hinds.

Konflik ini memicu krisis pengungsian terbesar di dunia. Lebih dari 13 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, termasuk 9 juta pengungsi internal dan 4 juta lainnya melintasi perbatasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here