Beranda Internasional Akibat Konflik Timur Tengah, China Menjadi Primadona Baru Rute Transit ke Eropa

Akibat Konflik Timur Tengah, China Menjadi Primadona Baru Rute Transit ke Eropa

Dalam sepekan terakhir, China muncul sebagai hub transit alternatif utama bagi pelancong dari Asia dan Australia yang hendak terbang ke Eropa, seiring dengan lumpuhnya maskapai-maskapai Teluk.

0
Ilustrasi

"Warga Australia sangat tangguh dan sudah mulai memesan ulang tiket ke Inggris/Eropa melalui rute alternatif via China, Singapura, dan hub Asia lainnya, serta Amerika Utara melalui hub seperti Houston," ujarnya, seperti dikutip Netherlandnews.

Lonjakan permintaan untuk rute alternatif ini berbanding lurus dengan meroketnya harga tiket pesawat. Di China, tiket penerbangan langsung (direct flight) dari kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai menuju London, Paris, atau Roma nyaris habis terjual dan harganya melambung hingga lima kali lipat dari tarif normal.

Data penelusuran terkini menunjukkan:

· Rute Hong Kong-London: Maskapai Cathay Pacific melaporkan tidak ada kursi ekonomi yang tersedia hingga 11 Maret 2026. Harga tiket satu arah pada 11 Maret mencapai HK$21.158 (sekitar Rp 42 juta), sebelum turun menjadi HK$5.054 pada akhir bulan.

· Rute Sydney-London: Qantas tidak lagi menawarkan tiket ekonomi melalui rute Perth dan Singapura hingga 17 Maret. Sebagai gantinya, penumpang harus memilih rencana perjalanan dengan harga mahal yang melibatkan transit tak lazim di Los Angeles atau Johannesburg.

· Rute Bangkok-London: Thai Airways melaporkan penerbangan mereka menuju Eropa penuh terisi. Tiket ekonomi satu arah Bangkok-London pada 15 Maret dihargai 71.190 Baht (sekitar Rp 33,5 juta).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here