CARAPANDANG - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso mengatakan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri merupakan upaya untuk menjaga keseimbangan geopolitik.
Menurut dia, penilaian perjalanan Presiden Prabowo ke luar negeri sebagai pemborosan anggaran merupakan bentuk cara pandang parsial dari pihak tertentu.
"Indonesia sedang dipimpin oleh seorang patriot yang tahu persis bagaimana cara memenangkan kepentingan nasional di luar negeri," kata Sugiat dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Dia menyampaikan salah satu agenda Prabowo dalam kunjungan itu, yakni mengonversi keunggulan komoditas nikel hingga posisi geopolitik Indonesia di kancah internasional.
"Indonesia tidak sekadar berkunjung. Pak Prabowo sedang mengonversi keunggulan komoditas nikel dan posisi geopolitik kita menjadi investasi nyata dan benteng keamanan sebelum jendela peluang global ini tertutup," ucapnya.
Menurut dia, paradigma politik luar negeri bebas aktif Presiden Prabowo adalah diplomasi ofensif, yaitu sebuah strategi membangun hubungan luar negeri yang proaktif dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
Sugiat mengatakan diplomasi ofensif dijalankan dalam merespons serta mengantisipasi krisis. Artinya, dia mengatakan Presiden Prabowo mengambil inisiatif untuk menetapkan agenda, membangun aliansi, dan memberikan tekanan strategis agar negosiasi berjalan sesuai tujuannya.