Selain itu, Badri juga memproyeksikan Indonesia akan mengalami kelebihan pasokan dokter pada tahun 2028 jika tidak ada pengendalian terhadap pembukaan prodi kedokteran.
Pemerintah berencana mengarahkan pengembangan prodi pada delapan sektor strategis nasional, yaitu energi, pangan, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi, digitalisasi, dan manufaktur maju.
Menanggapi rencana tersebut, Anies menekankan pentingnya membangun jembatan antara kampus dan industri, bukan dengan menutup prodi ilmu murni.
"Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. Solusinya bukanlah menutup, tetapi menjembatani dan menguatkan ekosistem," ujar Anies.
Ia menegaskan bahwa tujuan pendidikan tinggi bukan hanya mencetak pekerja bagi industri, tetapi menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
"Masa depan tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, dan membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemendiktisaintek belum mengeluarkan rilis resmi mengenai kriteria spesifik prodi yang akan ditutup maupun mekanisme pelaksanaannya.