Beranda Kolom Apa yang Melatarbelakangi Kebuntuan Terbaru Terkait Gaza?

Apa yang Melatarbelakangi Kebuntuan Terbaru Terkait Gaza?

Warga Palestina menggelar aksi unjuk rasa menentang rencana Israel untuk melakukan pemindahan paksa di Gaza City pada 23 Juli 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

0
Xinhua

Penolakan resmi Israel terhadap rencana perdamaian Gaza 15 poin yang didukung Amerika Serikat menegaskan perselisihan dengan Hamas mengenai urutan dan persyaratan untuk mengakhiri permusuhan berkepanjangan, sehingga semakin menambah ketidakpastian mengenai masa depan wilayah kantong tersebut.

CARAPANDANG.COM, YERUSALEM -- Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (9/8) secara resmi menolak rencana 15 poin yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik di Gaza, seraya menegaskan bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya dari wilayah kantong tersebut hingga Hamas sepenuhnya dilucuti.

   Penolakan tersebut menandai penentangan eksplisit pertama Israel terhadap kerangka perdamaian Gaza yang diusulkan oleh pihak yang disebut "Dewan Perdamaian" (Board of Peace) pimpinan AS, sekaligus menyingkap perbedaan besar antara Israel dan Hamas mengenai urutan dan persyaratan untuk mengakhiri permusuhan.

   Netanyahu menyatakan bahwa Israel "tidak menerima dokumen 15 poin tersebut", dengan berargumen bahwa penarikan mundur pasukan Israel hanya akan dilakukan setelah "pelucutan senjata secara sungguh-sungguh" terhadap Hamas. "Ketika saya berbicara tentang pelucutan senjata Hamas, yang saya maksud adalah senjata berat, senjata yang lebih ringan, semua jenis senjata," kata Netanyahu dalam sebuah rapat kabinet mingguan.

   APA RENCANANYA?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here