CARAPANDANG - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp135,7 triliun hingga akhir Februari. Defisit tersebut setara dengan 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Meskipun mengalami defisit, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme terhadap kinerja fiskal nasional karena penerimaan pajak menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada awal tahun ini.
"Pengumpulan pajak di dua bulan pertama 2026 ini tumbuh 30 persen. Kita akan pastikan itu akan stabil terus ke depan," ujar Purbaya dalam Media Briefing dan Buka Puasa di Kementerian Keuangan, Jakarta, mengutip laporan Antaranews, Sabtu (7/3/2026).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pendapatan negara hingga Februari 2026 terkumpul sebesar Rp358 triliun atau 11,4 persen dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun, tumbuh sebesar 12,8 persen. Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp290 triliun atau 10,8 persen dari target, tumbuh sebesar 20,5 persen.
Penerimaan ini diperoleh dari pengumpulan pajak sebesar Rp245,1 triliun (10,4 persen dari target, tumbuh 30,4 persen) serta kepabeanan dan cukai Rp44,9 triliun (13,4 persen dari target, terkoreksi 14,7 persen).
Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terkumpul sebesar Rp68 triliun atau 14,8 persen dari target, turun sebesar 11,4 persen.