CARAPANDANG - Pemerintah Amerika Serikat mengizinkan kapal tanker minyak asal Rusia yang membawa sekitar 730.000 barel minyak mentah untuk mendekati Kuba, melonggarkan blokade energi yang selama berbulan-bulan membuat negara Karibia itu terpuruk dalam krisis listrik parah.
Presiden AS Donald Trump, berbicara kepada awak media di Air Force One, Minggu (29/3), menyatakan tidak keberatan dengan pengiriman minyak tersebut.
"Jika ada negara yang ingin mengirim minyak ke Kuba saat ini, saya tidak masalah, apakah itu Rusia atau bukan," ujar Trump sebagaimana dilaporkan ABC News.
"Saya lebih memilih membiarkannya masuk, baik itu Rusia atau siapa pun, karena rakyat Kuba membutuhkannya," tambahnya.
Kapal tanker berbendera Rusia, Anatoly Kolodkin, yang terkena sanksi AS, Uni Eropa, dan Inggris pasca invasi Rusia ke Ukraina, kini berada di perairan timur Kuba dan dijadwalkan tiba di terminal minyak Matanzas pada Selasa (31/3) waktu setempat.
Kedatangan kapal ini menjadi angin segar bagi Kuba yang menurut Presiden Miguel Diaz-Canel tidak menerima satu pun impor minyak selama tiga bulan terakhir akibat blokade AS.
Kebijakan yang mulai diterapkan pada Januari lalu itu memicu pemberlakuan jatah ketat bensin serta pemadaman listrik besar-besaran yang melumpuhkan aktivitas warga dan pelayanan publik.