Beranda Internasional AS Turunkan Tarif untuk Barang India ke 18%, India Berkomitmen Kurangi Minyak Rusia

AS Turunkan Tarif untuk Barang India ke 18%, India Berkomitmen Kurangi Minyak Rusia

Sebagai imbalannya, India diharapkan menurunkan hambatan dagangnya dan menghentikan pembelian minyak dari Rusia, beralih ke AS dan berpotensi Venezuela.

0
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Para ahli menilai langkah ini sebagai terobosan penting, meski mungkin terlalu dini untuk menyebutnya sebagai perjanjian dagang yang komprehensif. Vina Nadjibulla dari Asia Pacific Foundation of Kanada mencatat bahwa Modi tidak secara eksplisit mengulangi klaim Trump tentang penurunan tarif India untuk barang AS.

"Ini terlihat untuk saat ini sebagai kesepakatan seputar tarif dan de-eskalasi tarif. Ini masih merupakan terobosan penting," ujarnya.

Rachel Ziemba, dari Center for a New American Society, menambahkan bahwa tarif 18% tersebut mendekati level yang diterapkan untuk barang-barang dari Asia Tenggara yang masuk ke AS.

Kebijakan tarif tinggi AS terhadap India telah diberlakukan sejak Agustus tahun lalu, sebagai tekanan agar New Delhi menghentikan pembelian minyak Rusia.

Tarif hukuman tersebut membuat pasar India terpukul, menjadi yang terburuk di antara negara-negara berkembang pada 2025 dengan rekor pelarian modal asing.

India, sebagai importir minyak terbesar ketiga di dunia, sangat bergantung pada impor minyak. Membeli minyak Rusia yang lebih murah telah membantu menekan biaya impor mereka sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Namun, laporan Reuters menunjukkan India telah mulai memperlambat pembelian minyak dari Rusia, dengan proyeksi penurunan dalam beberapa bulan mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here