Sebelumnya, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (Department of Foreign Affairs and Trade/DFAT) Australia mengeluarkan peringatan perjalanan untuk semua negara tersebut melalui layanan Smartraveller.
Tapi, pada Sabtu, DFAT menambahkan bahwa warga Australia juga sebaiknya menghindari transit melalui negara-negara tersebut, bahkan jika mereka tidak berencana meninggalkan bandara.
Menurut pernyataan tersebut, konflik kemungkinan akan semakin meningkat dan penerbangan dapat berubah atau bahkan dihentikan secara mendadak.