CARAPANDANG -
Berkunjung ke Yogyakarta rasanya tak lengkap jika tidak membawa pulang setidaknya sekotak bakpia. Kue tradisional ini sudah lama diklaim sebagai oleh-oleh khas kota yang berjuluk Kota Pelajar itu.
Adi, seorang pelancong yang belum lama ini berkunjung ke Yogyakarta, mengaku banyak menerima pesanan bakpia dari keluarga dan teman-temannya di Jakarta.
Sembari memamerkan kotak bakpia edisi khusus yang dibelinya saat konser musik Prambanan Jazz 2026 yang digelar di pelataran Candi Prambanan, Adi mengatakan dirinya tak lupa membeli beberapa kotak bakpia untuk buah tangan. "Keluarga saya suka kue ini. Sejak dulu kami selalu membeli bakpia setiap kali berkunjung ke Yogyakarta. Rasanya kurang lengkap kalau ke Yogyakarta tanpa membeli oleh-oleh ini," ujar pemuda itu kepada Xinhua pada Senin (6/7).
Foto yang diabadikan menggunakan kamera ponsel pada 6 Juli 2026 ini memperlihatkan sekotak bakpia dengan kemasan edisi khusus Prambanan Jazz 2026. (Xinhua)
Di balik kelezatannya yang akrab di lidah masyarakat Indonesia, kudapan sederhana ini sebenarnya menyimpan kisah sejarah dan akulturasi budaya.
Sebuah studi berjudul "Bakpia: Perjalanan Akulturasi China-Indonesia dalam Makanan Khas Yogyakarta" yang ditulis oleh Martiana Noviopy Rae Rato dan Rahadjeng Pulungsari Hadi, memaparkan bahwa nama bakpia diambil dari dialek Hokkien, yaitu dari kata "bak" yang berarti daging, dan "pia" yang berarti kue atau roti.