Ia menyoroti ancaman degradasi moral generasi muda yang dipicu lemahnya pemahaman agama dan adat, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga pengaruh negatif perkembangan teknologi.
“Saat ini moral generasi muda mengalami degradasi yang tinggi. Kalau generasi mudanya hancur, maka hancurlah suatu nagari,” tegasnya.
Mahyeldi menilai persoalan tersebut tidak bisa dibebankan kepada panghulu semata. Dibutuhkan kekompakan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, hingga bundo kanduang agar nilai adat Minangkabau tetap terjaga.
“Jangan jadikan perbedaan peran sebagai sumber kelemahan yang memecah belah kita. Jadikan itu sebagai kekuatan bersama untuk membangun nagari,” katanya.
Ia berharap dengan dilewakannya Zulhamdi Nova Candra sebagai Datuak Nagari Labiah, nilai-nilai adat dan filosofi ABS-SBK di Bukittinggi, khususnya di Kurai Limo Jorong, semakin kuat dan tetap terpelihara di masa mendatang.
Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga menyampaikan selamat kepada Zulhamdi Nova Candra IB, A.Md atas amanah baru yang diemban sebagai panghulu suku Jambak. Ia berharap gelar adat tersebut mampu dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah kaum dan nagari.