Pada Senin (25/5), BMKG menyebutkan memasuki periode pertengahan tahun wilayah Sumatera Utara (Sumut) diprakirakan mulai dipengaruhi oleh Angin Baratan yang cenderung bersifat kering dan kencang, ditambah lagi kelembapan udara cukup rendah.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Chrinstin Mori di Medan, Senin, mengatakan Angin Baratan yang cenderung bersifat kering dan kencang tersebut dapat menyebabkan berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari di sebagian wilayah Sumut, sehingga proses pemanasan permukaan berlangsung lebih intensif.
"Dampak yang dapat dirasakan masyarakat antara lain suhu udara pada siang hari terasa lebih panas serta adanya potensi angin kencang yang bersifat kering di beberapa wilayah," katanya.
Atas kondisi tersebut BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya. Dilansir antaranews.com