Ketidakpastian atas negosiasi perdamaian, kekhawatiran pasokan, dan biaya energi yang terus tinggi memicu perkiraan peningkatan inflasi global, yang berimplikasi terhadap kemungkinan The Fed dalam mengadopsi pendekatan lebih hati-hati ke depannya.
Sentimen lain berasal dari keputusan Uni Emirat Arab (UAE) menarik diri dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+. Keputusan tersebut akan berlaku efektif mulai 1 Mei 2026.
“Semalam, UAE mengumumkan keputusannya untuk keluar dari OPEC dan OPEC+, yang menambah kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan geopolitik,” kata Josua.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.200-Rp17.325 per dolar AS.