CARAPANDANG - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan publik setelah mengalokasikan anggaran sebesar Rp113 miliar untuk menggandeng jasa Event Organizer (EO). Kepala BGN, Dadan Hindayana, buka suara terkait kebijakan ini yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Dadan menjelaskan bahwa penggunaan jasa EO merupakan kebutuhan strategis bagi lembaganya yang masih dalam tahap awal pembentukan. Menurutnya, BGN saat ini belum memiliki sumber daya internal yang memadai untuk menangani kegiatan berskala besar secara mandiri.
"Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," kata Dadan dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Data dari sistem Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) mencatat terdapat 31 paket pekerjaan EO dengan total kontrak mencapai Rp113.916.541.381 yang tersebar ke 16 perusahaan.
Penggunaan anggaran ini mencuat setelah sebelumnya BGN juga menjadi perbincangan karena pembelian motor listrik Rp1,2 triliun dan kaos kaki Rp6,9 miliar.
Dadan menegaskan bahwa kegiatan yang ditangani EO bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional dan bimbingan teknis (bimtek) bagi para penjamah makanan.