Beranda Ekonomi BI Sebut Dollar Turun Tahun Depan, Perry: Menguat di Rp. 16.800-17.500

BI Sebut Dollar Turun Tahun Depan, Perry: Menguat di Rp. 16.800-17.500

Proyeksi tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan nilai tukar rupiah akan mengalami tren penguatan pada tahun 2027. Otoritas moneter menargetkan kurs rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Proyeksi tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Adapun berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, nilai tukar rupiah masih berada di level Rp18.141 per dolar AS pada perdagangan Selasa (9/6/2026).

Target ini tertuang dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027.

Perry mengungkapkan setidaknya ada lima faktor utama yang menjadi dasar optimisme BI terhadap penguatan rupiah pada 2027 mendatang.

Pertama, BI meyakini kondisi ekonomi global akan membaik pada 2027. Bank sentral memproyeksi pertumbuhan ekonomi global meningkat menjadi 3,1 persen, dengan harapan membaiknya kondisi geopolitik dunia.

"Gejolak global sulit diprediksi tapi setidaknya tidak akan seburuk tahun ini," ujar Perry dalam rapat tersebut.

Perbaikan ini diyakini akan mendorong arus modal masuk ke negara berkembang seperti Indonesia serta memperbaiki persepsi risiko investasi.

Kedua, fundamental ekonomi Indonesia dinilai akan semakin solid. Perry memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,1 persen hingga 5,9 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here