Sesuai dengan Peraturan tentang Reinkarnasi Buddha Hidup Tibet, metode guci emas harus diterapkan dalam proses reinkarnasi seorang Buddha Hidup apabila penetapan dirinya sendiri sebagai Buddha Hidup ditentukan melalui metode ini. Permohonan untuk dibebaskan dari prosedur tersebut harus diajukan melalui kantor urusan agama di tingkat provinsi (atau daerah otonom) kepada Administrasi Negara untuk Urusan Keagamaan, atau, dalam kasus penetapan yang penting, kepada Dewan Negara China untuk mendapatkan persetujuan.
Sejak metode guci emas dimandatkan, pemilihan reinkarnasi selalu berada di bawah pengawasan pemerintah pusat. Ritual tersebut hanya dapat ditiadakan dalam kondisi khusus dan dengan persetujuan dari pemerintah pusat.
Wimalasara mengatakan bahwa pemerintah China merupakan otoritas tertinggi dalam pengakuan reinkarnasi Dalai Lama, "karena memang begitulah praktik yang berlaku."
"Meskipun Dalai Lama adalah seorang pemimpin agama, beliau seharusnya memahami bahwa pengesahan tersebut diperlukan untuk melanjutkan misinya. Kita tidak dapat mengabaikan tradisi keagamaan," kata Wimalasara.
"Jika kita tidak memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah, kita tidak dapat menjalankan kehidupan beragama dengan baik," katanya.
Reinkarnasi bukanlah sekadar keinginan atau rencana seseorang, dan tidak dapat terjadi begitu saja, imbuh Wimalasara.