Menurutnya, edukasi mitigasi bencana tidak cukup hanya melalui penyampaian materi, tetapi harus disertai praktik langsung agar lebih efektif.
“Kami tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melakukan simulasi evakuasi agar siswa dan guru terbiasa serta tidak panik saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, tujuan kegiatan tersebut adalah membangun kemandirian dan kesiapsiagaan warga sekolah.
“Tujuan akhirnya adalah agar mereka dapat bertindak cepat dan tepat sesuai dengan kemampuan masing-masing,” tambahnya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (06/04/2026) itu diikuti sebanyak 50 siswa dan 12 guru, dengan durasi pelaksanaan selama tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.
Narasumber dari Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Payakumbuh, Meri Handayani, menyampaikan materi yang diberikan disusun secara sederhana dan aplikatif.
“Materi yang kami berikan meliputi pengenalan kelompok disabilitas dalam penanggulangan bencana, penanganan kelompok berisiko tinggi, serta penyusunan rencana evakuasi yang ramah disabilitas,” ujarnya.
Ia menegaskan, simulasi menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
“Kami melatih evakuasi mandiri dan evakuasi internal di lingkungan sekolah, sehingga peserta memiliki gambaran nyata langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” katanya.
Sementara itu, Kepala SLB B Aua Kuning, Silvia Witvita, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.