Menanggapi hal itu, Bupati Saipul A. Mbuinga menjelaskan bahwa seluruh aspirasi dan keluhan yang disampaikan para penambang akan dibahas secara khusus dalam pertemuan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 mendatang.
“Keluhan terkait akses jalan maupun sejumlah talang yang belum terbayarkan akan kita bahas bersama pada pertemuan nanti,”ujar Bupati.
Bupati Saipul juga mengaku telah menyampaikan langsung kepada pihak perusahaan agar untuk sementara waktu tidak menutup akses jalan tersebut sebelum dilaksanakan rapat bersama seluruh pihak terkait.
“Kami sudah meminta agar akses itu jangan dulu ditutup sampai pertemuan pada Jumat, 22 Mei nanti dilaksanakan. Karena tidak ada akses lain bagi para penambang maupun tukang ojek untuk menuju tiga area tambang di bagian atas pertigaan Borose,”jelasnya.
Menurut Bupati, apabila nantinya dilakukan penutupan akses, maka terlebih dahulu harus disiapkan jalur alternatif yang layak digunakan masyarakat. “Tentu penutupan akses itu harus disediakan dulu akses lain sebelum ditutup, karena ratusan kendaraan lalu lalang menggunakan jalur tersebut,”tegas Saipul.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa rapat yang akan digelar nantinya akan melibatkan seluruh stakeholder terkait agar persoalan tersebut dapat dibahas secara menyeluruh dan menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak.