Langkah ketiga adalah mencukupi konsumsi protein hewani setiap hari. Keempat, datang ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) setiap bulan untuk memantau tumbuh kembang anak. Kelima, memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.
Menurutnya, kelima langkah tersebut saling melengkapi dalam mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan ibu maupun anak. Pencegahan stunting tidak dimulai ketika anak telah mengalami gangguan pertumbuhan, melainkan sejak masa remaja, kehamilan, hingga 1.000 hari pertama kehidupan.
Ia berharap Tips ABCDE tidak berhenti sebagai materi kampanye, melainkan menjadi kebiasaan yang diterapkan setiap keluarga. Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, risiko stunting dapat ditekan dan tumbuh kembang anak dapat berlangsung lebih optimal.
Dewi Natalia mengajak kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, tenaga kesehatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat terus menyampaikan pesan pencegahan stunting. Langkah tersebut diharapkan membuat lebih banyak keluarga memahami pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak dini.
Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat pencegahan stunting berbasis keluarga melalui edukasi yang mudah dipahami dan diterapkan. Upaya tersebut diharapkan mendukung lahirnya generasi Lumajang yang sehat, cerdas, dan berkualitas. dilansir infopublik.go.id