Foto yang diabadikan pada 13 Agustus 2026 ini menunjukkan seseorang memperlihatkan jam tangan pintar miliknya di Jakarta. (Xinhua/Istimewa)
SIMBOL GAYA HIDUP BERBASIS DATA
Pergeseran kebiasaan masyarakat ini juga diamati oleh Aditya (37), jurnalis media teknologi asal Bekasi. Menurutnya, smartwatch kini telah berevolusi menjadi aksesori wajib bagi banyak orang di Indonesia. Tren ini ditopang oleh inovasi tanpa henti dari produsen yang menghadirkan fitur lebih canggih, serta kesadaran masyarakat yang kian tinggi akan kesehatan dan gaya hidup aktif.
"Pengguna lebih disiplin berolahraga, lebih peduli pada pola tidur, dan memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap kesehatan tubuh," papar Aditya saat ditanya mengenai dampak positif dari tren ini. Dia menambahkan bahwa kehadiran fitur pengingat (reminder) dan elemen gamifikasi terbukti ampuh meningkatkan konsistensi pemakaian bagi banyak pengguna.
Adanya kepuasan psikologis saat pengguna bisa memantau metrik tubuhnya secara real-time, seperti angka detak jantung, jumlah kalori yang terbakar, dan pencapaian langkah harian, menjadikan perangkat ini bukan lagi sekadar penunjuk waktu. Menurut Aditya, hal ini menegaskan bahwa smartwatch telah menjelma menjadi "simbol gaya hidup berbasis data" berkat motivasi intrinsik untuk menjaga kesehatan yang berpadu dengan motivasi ekstrinsik dari tren sosial.
TANTANGAN DAN HARAPAN KE DEPAN