Perasaan serupa juga dirasakan Ara, seorang perawat yang telah lama menetap di Jepang. Dia mengaku sempat tak menyangka dapat bertemu langsung dengan Presiden.
'Sebenarnya deg-degan. Di luar ini sih ekspektasi bisa bertemu. Dan mungkin kan ini juga kesempatan untuk diaspora di Jepang bisa ketemu," tutur Ara.
Kesempatan tersebut bahkan semakin berkesan ketika Ara berhasil mendapatkan tanda tangan Presiden Prabowo. Dia pun menceritakan momen tersebut dengan penuh antusias.
“Mungkin juga posisinya barisan juga kan, barisan juga di ujung, pas banget dengan Bapak, dan Bapak juga sangat ramah juga kan, dan mendatangi satu persatu kami, dan alhamdulillah juga dapat kesempatan bisa ditanda tangani,” katanya.
Sementara itu, Tiwi, pelajar S3 di Chuo University yang hadir bersama perwakilan Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang, menyampaikan rasa bahagia terhadap kunjungan Presiden kali ini.
Bagi Tiwi, meskipun belum sempat berdialog langsung, kehadiran Presiden Prabowo tetap menjadi momen berharga.
“Senang sekali, tentu saja. Dan ini pertama kalinya bisa bertemu langsung, walaupun belum bisa berbincang-bincang, tapi sudah senang bisa melihat kehadiran Bapak Presiden,” ujarnya.
Tiwi menaruh harapan besar terhadap hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang yang semakin erat melalui kunjungan ini.