CARAPANDANG - Setiap kemaksiatan dan dosa dalam Islam tentu memiliki konsekuensi hukum dan balasan di akhirat. Namun, ada beberapa dosa yang secara khusus mengundang murka Allah Subhanahu wa Ta'ala yang jauh lebih besar daripada dosa lainnya. Di antara bentuk murka tersebut adalah ketika Allah memboikot mereka di akhirat.
Maksud memboikot di sini adalah Allah enggan berbicara, enggan memandang, dan enggan menyucikan pelakunya di akhirat kelak. Di tambah siksa siksa pedih di sana.
Melalui lisan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam kita diperingatkan tentang tiga golongan manusia yang penentangannya terhadap fitrah kemanusiaan membuat mereka layak mendapatkan ancaman siksa yang sangat pedih.
Teks dan Otentisitas Hadits
Ancaman ini bersumber dari sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Dzar radhiyallahu 'anhu:
“Tiga orang yang Allah enggan berbicara dengan mereka pada hari kiamat kelak. (Dia) tidak sudi memandang muka mereka, (Dia) tidak akan membersihkan mereka daripada dosa (dan noda). Dan bagi mereka disiapkan siksa yang sangat pedih. (Mereka ialah): Orang tua yang berzina, Penguasa yang suka berdusta dan fakir miskin yang takabur.” (HR. Muslim, No. 107)
Makna Pemboikotan Ilahi di Hari Kiamat
Secara sistematik, hadits ini menyebutkan empat bentuk hukuman sekaligus bagi ketiga golongan tersebut.