CARAPANDANG - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengecam serangan bom bunuh diri "keji dan pengecut" oleh teroris di kereta penumpang Pakistan.
Dalam pernyataan pers pada Selasa (26/5), Dewan tersebut mengatakan tindakan terorisme bom bunuh diri pada Minggu (24/5) di Provinsi Balochistan itu menewaskan sedikitnya 14 warga negara Pakistan dan melukai puluhan lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak.
"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa terorisme dalam segala bentuk dan manifestasi merupakan salah satu ancaman paling serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional," tulis pernyataan tersebut.
DK PBB menyampaikan simpati dan belasungkawa terdalam terhadap keluarga para korban serta kepada pemerintah dan rakyat Pakistan. Mereka juga mendoakan para korban terluka cepat pulih kembali.
Dewan menekankan perlunya menuntut tanggung jawab para pelaku, pelaksana, penyandang dana, dan sponsor untuk serangan teror tersebut. Tentara Pembebasan Balochistan mengklaim serangan itu dilakukan oleh unitnya, Brigade Majeed.
Negara-negara anggota DK PBB juga diminta untuk bekerja sama secara aktif dengan Pakistan, sesuai dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan yang relevan.
"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa setiap tindakan terorisme adalah kriminal dan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasinya, di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun dilakukan," demikian pernyataan DK PBB itu.