Beranda Umum DPR: Kasus Siswa Bunuh Diri Tamparan Keras Dunia Pendidikan

DPR: Kasus Siswa Bunuh Diri Tamparan Keras Dunia Pendidikan

Mahdalena meminta, pemerintah tidak menganggap remeh kasus siswa SD bunuh diri di NTT. Peristiwa tragis ini, bukan sekadar persoalan individu atau keluarga, melainkan cermin nyata ketidakadilan sosial

0
Anggota Komisi VIII DPR RI, Mahdalena

CARAPANDANG - Anggota Komisi VIII DPR RI, Mahdalena meminta, pemerintah tidak menganggap remeh kasus siswa SD bunuh diri di NTT. Peristiwa tragis ini, bukan sekadar persoalan individu atau keluarga, melainkan cermin nyata ketidakadilan sosial. 

"Lemahnya sistem perlindungan sosial bagi anak di Indonesia, ini tamparan keras bagi kita semua. Di tengah jargon Indonesia Emas 2045, masih ada anak  kehilangan harapan hanya karena tidak mampu membeli alat tulis,” kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis 5 Februari 2026. 

Menurutnya, kasus siswa SD di NTT bunuh diri ini menunjukkan negara belum sepenuhnya hadir di masyarakat. Terutama, dalam memastikan hak dasar anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan aman. 

"Padahal, konstitusi dengan tegas menjamin hak setiap anak untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi. Anak adalah masa depan bangsa," ucap Mahdalena. 

Kemudian, Mahdalena menegaskan, seluruh siswa SD di Indonesia merupakan fondasi utama Indonesia Emas 2045. Jika masih ada anak-anak yang tidak berdaya,  maka terdapat hal keliru dalam sistem perlindungan sosial. 

"Perlindungan sosial anak masih rentan akibat sejumlah faktor, mulai dari data penerima bantuan yang belum sepenuhnya akurat. Lemahnya koordinasi antar kementerian dan pemerintah daerah, hingga pendekatan bantuan yang belum menyentuh kebutuhan paling mendasar anak-anak miskin," ujar Mahdalena. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here