CARAPANDANG – Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menilai bahwa pemerintah sudah mengambil keputusan yang tepat menunda pengiriman 8.000 personel TNI ke Gaza.
Nurul mengatakan dalam situasi geopolitik yang masih memanas langkah pemerintah Indonesia sangat jernih, yakni dengan perhitungan yang matang.
“Ini soal membaca situasi dengan jernih. Kita tidak bisa mengirim pasukan ke wilayah konflik yang eskalasinya masih tinggi tanpa kepastian kerangka misi yang jelas,” ujar Nurul kepada wartawan, Rabu 18 Maret 2026.
Politisi perempuan Partai Golkar ini mengatakan bahwa keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian harus tetap berada dalam koridor hukum internasional dan mekanisme yang terstruktur, seperti operasi di bawah United Nations Peacekeeping.
"Tanpa itu, risiko di lapangan dinilai terlalu besar," kata Legislator Partai Golkar ini.
Dia mengatakan hingga saat ini kondisi di Gaza belum sepenuhnya kondusif untuk kehadiran pasukan dalam jumlah besar. Apalagi, struktur komando internasional dan mekanisme operasional di bawah International Stabilization Force (ISF) juga masih terus berkembang.