Sorotan juga mengarah pada sistem keselamatan perkeretaapian. Dalam paparan Komisi V, muncul indikasi gangguan pada sistem persinyalan setelah KRL Commuter Line yang mengalami gangguan tetap berada di jalur yang akan dilalui KA Argo Bromo Anggrek.
Padahal, dalam sistem interlocking, sinyal seharusnya otomatis berubah merah jika ada gangguan di lintasan. Namun masinis KA Argo Bromo disebut tetap melihat sinyal aman atau hijau.
“Kalau benar begitu, ada kemungkinan error sistem persinyalan. Kalau tidak, berarti ada miss interpretasi sinyal atau human error,” katanya.
Beranda
Suara Senayan
DPR Nilai Penanganan Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Masih Bersifat Reaktif
DPR Nilai Penanganan Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Masih Bersifat Reaktif
Lemahnya mitigasi tersebut dapat dilihat dari belum adanya standar darurat yang kuat saat kendaraan mengalami mogok atau gangguan di atas rel, baik dari sisi operator angkutan maupun pengelola transportasi kereta.