CARAPANDANG - Harga emas dan perak terbang seiring anjloknya harga minyak dan ketegangan di Timur Tengah.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (6/5/2026) ditutup di posisi US$ 4689,05 per troy ons atau melesat 2,9% dalam sehari.
Penguatan ini membawa emas ke level tertinggi sejak 24 April 2026. Dalam dua hari terakhir, harga emas juga sudah melambung 3,73%.
Harga emas masih menanjak hari ini. Pada Kamis (7/5/2026) pukul 06.38 WIB, harga emas ada US$ 4692,94 per troy ons atau menguat 0,08%.
Ketegangan geopolitik mereda setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran mungkin semakin dekat mencapai kesepakatan damai.
Hal ini meredakan kekhawatiran terhadap inflasi yang lebih tinggi dan periode suku bunga tinggi yang lebih panjang.
Penguatan emas juga ditopang melemahnya dolar AS. Indeks dolar melemah ke 97,08 atau rekor terendah sejak Februari 2026.
Pembelian emas dikonversi dalam dolar AS sehingga melemahnya dolar bisa menaikkan permintaan emas.
"Optimisme mengenai kesepakatan akhir antara AS dan Iran memberikan sedikit kelegaan jangka pendek bagi emas, seiring turunnya harga minyak, meredanya kekhawatiran inflasi, dan berubahnya ekspektasi terhadap kebijakan The Fed di akhir tahun," kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, dikutip dari Refinitiv.
Namun ia menambahkan pPasar belum sepenuhnya keluar dari risiko. Pergerakan emas masih akan sangat dipengaruhi oleh berita dari Timur Tengah.