CARAPANDANG - Harga emas dan perak nyaris tak bergerak meskipun ada prospek gencatan senjata.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (8/6/2026) ditutup di posisi US$ 4328,59 per troy ons atau melemah sangat tipis 0,005%.
Pelemahan ini memperpanjang derita emas yakni melemah 3,25% dalam dua hari beruntun.
Harga emas belum juga membaik. Pada hari ini, Selasa (9/6/2026) pukul 06.27 WIB, harga emas dibanderol US$ 4325,68 per troy ons atau melemah 0,07%.
Potensi gencatan senjata antara Israel dan Iran membantu logam mulia tersebut bangkit dari level terendah sesi. Namun, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), sehingga membatasi kenaikan harga emas.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa baik Israel maupun Iran sama-sama ingin segera melakukan gencatan senjata dan bahwa negosiasi akhir terkait perdamaian sedang berlangsung.
"Kami berhasil bangkit dari level terendah yang terjadi di sesi Asia setelah muncul kabar bahwa mungkin akan ada gencatan senjata baru antara Iran dan Israel. Hal itu sedikit mengurangi tekanan penurunan harga," kata Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, dikutip dari Refinitiv.
Emas secara tradisional menjadi aset safe haven saat terjadi konflik.