Beranda Internasional Empat Bulan Gencatan Senjata, 591 Warga Gaza Tewas : Anak-anak Ditembak saat Tidur

Empat Bulan Gencatan Senjata, 591 Warga Gaza Tewas : Anak-anak Ditembak saat Tidur

Korban terbaru adalah dua anak berusia 14 tahun, Fouad Zaher Al-Najjar dan Ahmed Mohammed Al-Basyouni, yang ditembak di kaki dan punggung saat tertidur di dalam tenda pengungsian di kawasan Al-Maslakh, selatan Khan Younis, Kamis (12/2/2026) dini hari.

0
Kondisi Rumah Sakit di Gaza (The New Arab)

CARAPANDANG - Empat bulan sejak kesepakatan gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober 2025, warga sipil Palestina di Jalur Gaza terus berjatuhan. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 591 warga tewas dan 1.583 lainnya luka-luka akibat pelanggaran harian yang dilakukan militer Israel.

Mengutip laporan WAFA, korban terbaru adalah dua anak berusia 14 tahun, Fouad Zaher Al-Najjar dan Ahmed Mohammed Al-Basyouni, yang ditembak di kaki dan punggung saat tertidur di dalam tenda pengungsian di kawasan Al-Maslakh, selatan Khan Younis, Kamis (12/2/2026) dini hari.

Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi bahwa sejak pagi hari, lima warga Palestina tewas dan empat lainnya luka-luka.

Seorang pria, Muhammad Salim Dababish, tewas ditembak di kawasan Zarqa, lingkungan Tuffah, timur laut Kota Gaza.

Ambulans yang hendak menjemput korban juga menjadi sasaran tembakan Israel di dekat Bundaran Kuwait, selatan lingkungan Zeitoun.

Situasi kemanusiaan kian memburuk. Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa rumah sakit yang tersisa hanya menjadi ruang tunggu paksa bagi ribuan pasien dan korban luka.

Sebanyak 46 persen obat-obatan esensial, 66 persen bahan medis habis pakai, dan 84 persen perlengkapan laboratorium serta bank darah benar-benar habis.

Sekitar 11.000 pasien kanker menghadapi kematian akibat habisnya obat kemoterapi, sementara pasien gagal ginjal harus berjuang dengan alat dialisis yang rusak dan kekurangan cairan infus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here