CARAPANDANG – Salah satu pusat pengayaan uranium terpenting milik Iran, Natanz diserang oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Seperti dilaporkan oleh Organisasi energi atom Iran serangan tersebut terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat, 21 Maret 2026.
“Menyusul serangan kriminal yang dilakukan Amerika Serikat dan perebutan rezim Zionis terhadap negara kami, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini,” demikian laporan lembaga tersebut, seperti dikutip dari kantor berita Tasnim.
Dalam keterang tersebut menjelaskan bahwa tidak terjadi kebocoran radioaktif dari fasilitas Shahid Ahmadi Roshan di Natanz, yang berada sekitar 220 kilometer tenggara Teheran.
“Tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan,” kata organisasi energi atom Iran ini.
Dampak dari serangan tersebut tidak membahayakan bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) turut mengonfirmasi bahwa Iran telah melaporkan serangan tersebut.