Beranda Politik Gerindra Bela Prabowo soal Intensitas ke Luar Negeri

Gerindra Bela Prabowo soal Intensitas ke Luar Negeri

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyatakan bahwa penilaian yang hanya menyoroti biaya operasional perjalanan merupakan cara pandang yang parsial.

0
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut Presiden Prabowo (Ludovic Marin/AFP/Kumparan)

CARAPANDANG - Partai Gerindra angkat suara menanggapi kritik yang menilai Presiden Prabowo Subianto terlalu sering melakukan perjalanan luar negeri sehingga dinilai membebani anggaran negara. Partai besutan Prabowo itu justru menilai langkah tersebut sebagai strategi geopolitik tingkat tinggi yang disebutnya hedging atau keseimbangan terhadap kekuatan global.

Mengutip laporan Republika, Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyatakan bahwa penilaian yang hanya menyoroti biaya operasional perjalanan merupakan cara pandang yang parsial.

Ia menekankan bahwa Presiden tidak sedang melakukan diplomasi seremonial, melainkan bertarung di panggung dunia untuk menaikkan kelas Indonesia menjadi kekuatan global yang mandiri secara ekonomi dan tangguh secara militer.

"Indonesia tidak sekadar berkunjung. Pak Prabowo sedang mengonversi keunggulan komoditas nikel dan posisi geopolitik kita menjadi investasi nyata dan benteng keamanan sebelum jendela peluang global ini tertutup," ujar Sugiat dikutip Republika, Jumat (29/5/2026).

Menurut Sugiat, yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, paradigma politik luar negeri Bebas Aktif yang dijalankan Prabowo saat ini telah beralih ke model diplomasi ofensif.

Strategi ini dinilai lebih proaktif dalam memperjuangkan kepentingan nasional, di mana Indonesia tidak hanya merespons situasi global tetapi juga mengantisipasi krisis dengan menetapkan agenda dan membangun aliansi strategis terlebih dahulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here