Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa insiden tersebut sangat mengkhawatirkan, seraya menambahkan bahwa fasilitas kesehatan dilindungi berdasarkan hukum humaniter internasional.
Sementara itu, juru bicara Pentagon mengumumkan bahwa sekitar 140 tentara Amerika terluka dalam 10 hari pertama Operasi Epic Fury, dengan delapan di antaranya luka parah. Tujuh personel militer AS tewas di Kuwait dan Arab Saudi.
Iran menolak untuk kembali ke perundingan dengan AS di tengah aksi militer yang sedang berlangsung.
"Masyarakat internasional harus bertindak sekarang untuk menghentikan perang berdarah ini terhadap rakyat Iran," tegas Iravani, seraya menambahkan bahwa Iran akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan rakyat, wilayah, dan kemerdekaannya.