Orang yang hendak memberimu pekerjaan menjadi malas. Sama-sama dia akan mengeluarkan uang buat memakai sebuah jasa, mending memilih penyedia layanan yang lebih rajin. Kalaupun dirimu malas sebab merasa telah nyaman sebagai karyawan kantoran pasti kamu menjadi jarang dilibatkan dalam proyek-proyek yang cuannya gede.
2. Menjelek-jelekkan pemberi kerja
Pemberi kerja bisa bos, klien, atau pembeli jika dirimu berdagang. Tanpa mereka semua tentu dirimu tidak memperoleh penghasilan. Akan tetapi, terkadang kamu mungkin lupa diri. Bukannya bersikap penuh terima kasih secara konsisten di depan maupun belakang mereka, dirimu justru suka menjelek-jelekkan.
Memang bos, klien, atau pembeli kadang bersikap kurang menyenangkan. Seperti atasanmu galak, klien banyak sekali kemauannya, serta pembeli cuma beli sedikit pun minta diskon. Akan tetapi, semua itu gak perlu diumbar.
Jika pun dirimu merasa perlu membicarakannya dengan orang lain, batasi dengan teman kerja atau keluarga. Jangan seakan-akan kamu menyebarkan keburukannya yang dapat memengaruhi citranya di mata orang lain. Apalagi menambah-nambahi sifat minus itu hanya karena dirimu kurang menyukainya. Bila sampai mereka tahu sikapmu tentu malas kasih kerjaan lagi.