Dari peristiwa tersebut, salah satu pihak pun perlahan merasa kalau apa yang dibebankan padanya terasa tidak adil, yang akhirnya memicu terjadinya perceraian.
5. Kecanduan barang haram dan kegiatan merugikan
Jika kamu membaca berita yang sering muncul di media online, salah satu alasan cerai yang kini sering terjadi dalam sebuah rumah tangga juga diakibatkan oleh meningkatnya jumlah pecandu alkohol, aktivitas judi, narkoba, pornografi, hingga belanja kompulsif. Tindakan tersebut berpeluang besar menghancurkan stabilitas rumah tangga, terutama mereka yang berada dalam situasi survival mode.
Celakanya, kecanduan barang haram dan kegiatan merugikan tersebut umumnya diikuti kebohongan, masalah uang, dan perubahan perilaku pasangan yang cukup drastis. Misalnya, sejak terlibat judi, sikap seorang kepala rumah tangga menjadi temperamen, mengambil uang tabungan anak untuk kepentingannya sendiri, dan yang paling ekstrem adalah merampok di jalan secara random.
Bukan rahasia lagi kalau kecanduan membuat pasangan sulit konsisten, sulit dipercaya, dan sering mengabaikan kebutuhan keluarga. Jika tidak ada kesadaran untuk pulih, hubungan akan terus memburuk. Pasangan pun hidup dalam rasa waswas, malu, marah, dan kelelahan emosional. Sangat melelahkan, bukan?