CARAPANDANG - Kepala Eksekutif Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) John Lee memimpin delegasi bisnis dalam kunjungan ke Uzbekistan dari 3-5 Juni, bertemu dengan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, Perdana Menteri Abdulla Aripov, dan Menteri Luar Negeri Bakhtiyor Saidov.
Dalam kunjungan itu, kedua pihak menyepakati 35 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama yang mencakup bidang perdagangan, investasi, keuangan, teknologi, penerbangan, dan sejumlah bidang lainnya.
Presiden Mirziyoyev mengharapkan dapat membuka lebih jauh potensi kerja sama ekonomi yang ada antara berbagai wilayah di Uzbekistan dan Hong Kong serta menyatakan keyakinannya bahwa kunjungan delegasi bisnis Hong Kong tersebut akan memberikan kontribusi signifikan bagi tujuan tersebut.
Sementara itu, Menlu Saidov menyebut Hong Kong memiliki pengalaman unik dan potensi signifikan sebagai pusat keuangan dan bisnis internasional serta akan memainkan peran penting dalam modernisasi ekonomi Uzbekistan dan implementasi berbagai proyek kerja sama teknologi tinggi.
Lee mengatakan di bawah prinsip "satu negara, dua sistem", Hong Kong menikmati peluang nasional dan internasional. Dia menyampaikan Hong Kong akan terus berperan sebagai "penghubung super" dan "penambah nilai super."