“Tetapi begitulah yang terjadi dan membangun pembangkit nuklir besar seperti sebelumnya akan memakan waktu lama dan biaya yang mahal. Sebagai gantinya, Jerman dapat mempertimbangkan penggunaan reaktor modular kecil,” ucap Birol.
Pada tahun 2011 Pemerintah Jerman yang saat itu dipimpin oleh Kanselir Angela Merkel memutuskan untuk menghentikan penggunaan tenaga nuklir sepenuhnya pada tahun 2022, dengan alasan kecelakaan nuklir Fukushima di Jepang.
Pada 2022 hanya tiga pembangkit nuklir yang masih beroperasi, yaitu Isar 2, Neckarwestheim 2, dan Emsland. Operasinya diperpanjang hingga pertengahan April 2023 akibat terhentinya pasokan gas dari Rusia, setelah itu ditutup secara permanen.
Adapun pada Selasa (7/4) malam Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua minggu dengan Iran.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Rabu (8/4) menyatakan bahwa Selat Hormuz, yang menangani sekitar 20 persen pasokan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG), akan dibuka kembali. dilansir antaranews.com