Beranda Ekonomi IHSG Ditutup Ambruk 3,38% ke 7.129, Indeks LQ51 Lesu di Zona Merah

IHSG Ditutup Ambruk 3,38% ke 7.129, Indeks LQ51 Lesu di Zona Merah

Kondisi ini menjadikan IHSG terkoreksi cukup dalam hanya dalam dua hari terakhir.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok tajam pada perdagangan akhir pekan, Jumat (24/4/2026). Tekanan jual yang melanda hampir seluruh sektor saham menyebabkan IHSG merosot ke level terendah harian di penutupan bursa.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 7.115 hingga 7.383, dengan volume transaksi mencapai 44,80 miliar saham senilai Rp24,30 triliun.

Kondisi ini menjadikan IHSG terkoreksi cukup dalam hanya dalam dua hari terakhir. Sebelumnya pada perdagangan Kamis (23/4/2026), IHSG sudah lebih dulu melemah 2,16 persen ke level 7.378 akibat aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp978,65 miliar di seluruh pasar.

Indeks LQ51 yang menjadi acuan 45 saham unggulan ikut ambruk. LQ51 ditutup turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke level 690,76.

Dari 11 sektor yang ada di BEI, seluruhnya ditutup di zona merah. Sektor barang konsumen siklikal menjadi yang paling terpuruk dengan pelemahan mencapai 4,27 persen, disusul sektor energi yang turun 4,22 persen dan infrastruktur minus 4,06 persen.

Mayoritas saham di bursa berakhir melemah. Data BEI mencatat 701 saham turun, sementara hanya 92 saham yang menguat dan 166 saham stagnan.

Di jajaran LQ51, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham dengan pelemahan terdalam. Emiten milik Prajogo Pangestu ini anjlok 10,22 persen ke Rp2.020 per saham.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here