Serangan ini merupakan bagian dari gelombang serangan balasan Iran atas operasi militer gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan lebih dari 150 murid sekolah perempuan di Iran selatan.
Sejak serangan tersebut, Iran melaporkan lebih dari 1.200 orang tewas dan lebih dari 17.000 lainnya terluka.
IRGC menyatakan operasi ini juga melibatkan drone serta beberapa rudal balistik lainnya, termasuk model Ghadr, Emad, dan Fattah, dan memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut.
Konflik yang telah memasuki hari ke-18 ini semakin meluas dengan dampak signifikan terhadap navigasi di Selat Hormuz dan instalasi minyak di kawasan Teluk.