CARAPANDANG - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pihak berwenang telah mengendalikan situasi terkait gelombang protes yang melanda negara itu.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan para duta besar asing yang disiarkan televisi Iran pada Senin (12/1/2026).
"Situasi terkendali," kata Araghchi mengutip Antaranews, Senin (12/1/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa berbagai pembatasan, termasuk terhadap akses internet, akan tetap diberlakukan selama ancaman dinilai masih ada.
"Sebagian pembatasan masih berlaku, dan akan terus diterapkan sampai kami yakin tidak ada lagi ancaman," ujarnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menambahkan bahwa masalah gangguan konektivitas internet yang juga memengaruhi layanan konsuler misi diplomatik asing akan segera diatasi seiring membaiknya situasi.
Kementerian Informasi dan Teknologi Komunikasi Iran menyatakan pemerintah sedang berupaya memulihkan layanan internet secara penuh.
Layanan seluler beroperasi terbatas pada siang hari dan dihentikan pada malam hari, sementara layanan pesan singkat juga ditangguhkan.
Gelombang protes di Iran dipicu oleh pelemahan nilai tukar mata uang nasional, rial, sejak akhir Desember, yang berdampak pada kenaikan harga barang.
Bank sentral setempat mencatat inflasi tahunan sebesar 38,9 persen, dengan nilai tukar dolar AS di pasar tidak resmi melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir.