CARAPANDANG.COM, TEHERAN -- Seorang diplomat senior Iran pada Selasa (28/7) mengatakan bahwa Teheran tidak akan membiarkan Selat Hormuz kembali ke statusnya sebelum perang, dan memperingatkan bahwa kapal perang Eropa mana pun yang berusaha mendekati jalur perairan strategis tersebut akan dianggap sebagai "sasaran yang sah."
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional Kazem Gharibabadi mengatakan kepada stasiun televisi milik negara Iran, IRIB TV, bahwa jika situasi di selat tersebut kembali seperti sebelum perang, "kesuksesan kami dalam perang tidak akan lengkap."
Gharibabadi menambahkan bahwa untuk menegakkan kedaulatan Iran atas selat tersebut, Iran tidak takut jika perang kembali berkobar.
Menggambarkan Selat Hormuz sebagai "kapasitas pertahanan baru" yang kini menjadi bagian dari keamanan nasional Iran, Gharibabadi mengatakan bahwa pengaturan pengelolaan masa depan oleh Teheran akan memiliki dampak jangka panjang terhadap keamanan negara.
Gharibabadi juga mengungkapkan bahwa Oman berusaha melibatkan negara ketiga untuk operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz bagian selatan, namun Iran menolaknya.
Soal hubungan dengan Amerika Serikat (AS), pejabat tersebut mengatakan bahwa Iran tidak mengajukan permintaan negosiasi dengan AS dalam 15 hari terakhir.