CARAPANDANG – Serangan militer yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang berujung pada wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei sangat disesalkan oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla.
Seharusnya di bulan suci Ramadan dimana umat Islam menjalan ibadah puasa kondisi damai tercipta. Bukan, justru meletus perang yang membuat kondisi di Timur Tengah semakin memanas.
“Dalam bulan suci Ramadan ini, kita merasa sangat prihatin begitu banyak perang di dunia ini, khususnya menyangkut di dunia Islam,” ujar sosok yang akrab disapa JK itu dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu, 1 Maret 2026.
Jusuf Kalla menilai serangan yang dilancarkan Israel-AS terhadap Iran tidak etis secara diplomasi, sebab mereka sedang melakukan perundingan soal program nuklir.
Melihat kejadian ini dia menilai bahwa Amerika memiliki sikap yang agresif yang kerap melancarkan operasi militer terhadap berbagai negara yang tidak sejalan dengan pandangannya, seperti Venezuela dan negara lain di masa lalu, termasuk Irak, Suriah, dan kini Iran.
“Ini memang keadaan yang bagi kita semua sangat memprihatinkan,” ujar Kalla.
Ia juga menyoroti dinamika politik internal di Iran, yang menurutnya tengah dilanda berbagai pergolakan antara kelompok pemerintah, kelompok reformis, dan kelompok monarki lama Pahlavi setelah puluhan tahun rezim revolusi.