CARAPANDANG - Sebuah fenomena baru muncul di tengah blokade Selat Hormuz oleh Iran: kapal-kapal "zombie" yang menyamar sebagai kapal yang sudah dihancurkan berhasil melintasi jalur pelayaran vital tersebut. Dalam sepekan terakhir, setidaknya dua kapal dilaporkan menggunakan taktik ini untuk keluar dari kawasan yang diblokade.
Kapal pertama yang terdeteksi adalah kapal yang mengaku sebagai kapal pengangkut gas alam cair (LNG) Jamal. Berdasarkan data pelacakan kapal, kapal tersebut keluar dari Selat Hormuz pada Jumat (20/3) pagi.
Namun, catatan pasar dan laporan agen pelabuhan menunjukkan bahwa Jamal yang asli telah dihancurkan di fasilitas pembongkaran kapal di India pada Oktober 2025.
Kapal tersebut pertama kali muncul di radar pada 13 Maret di Teluk Oman dengan tujuan Sohar, Oman, sebelum mematikan sinyal dan muncul kembali pada 20 Maret di lepas pantas Sharjah, Uni Emirat Arab.
Taktik yang sama kembali terdeteksi hanya berselang beberapa hari. Sebuah kapal yang mengaku sebagai tanker minyak Nabiin dilaporkan telah berada di Teluk Persia pada Minggu (22/3) malam dan memasuki Teluk Oman pada Senin (23/3) pagi.
Padahal, berdasarkan catatan yang dihimpun Bloomberg, kapal berjenis Aframax yang dibangun pada tahun 2002 itu telah dikirim ke tempat pembongkaran kapal di Bangladesh lima tahun sebelumnya.