Adapun proses pengisian survei lingkungan belajar oleh para guru dan kepala sekolah belum dimulai sehingga pihaknya belum dapat mengumumkan hasil Asesmen Nasional.
“Pelaksanaan Asesmen Nasional diintegrasikan dengan TKA, utamanya yang respondennya murid supaya murid tidak berkali-kali melaksanakan asesmen. Tetapi, responden pada Asesmen Nasional itu tidak hanya murid ya, guru dan kepala sekolah juga mengisi survei lingkungan belajar dan itu belum dimulai,” kata Rahmawati.
Di samping itu, ia menambahkan pengisian survei tersebut juga telah memasuki tahun keenam sehingga pihaknya berupaya untuk mengolahnya dengan lebih cermat dan hati-hati.
Hal itu bertujuan agar hasil Asesmen Nasional tidak hanya mencerminkan penilaian TA 2025/2026, namun juga tren dan capaian selama lima tahun ke belakang.
“Dan untuk survei ini, ini sudah memasuki tahun ke-6, maka pengolahannya jauh lebih cermat dan hati-hati. Karena kami tidak hanya mau menyampaikan hasil di tahun ini, tetapi juga bagaimana trennya selama 5 tahun kebelakang,” ujarnya.