Menurutnya, manfaat terbesar yang ia peroleh bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi juga berbagai program pengembangan diri dan kepemimpinan yang terstruktur. Melalui beragam kegiatan sosial dan pelatihan, Feroz mengasah kemampuan komunikasi, presentasi, negosiasi, serta kepemimpinan yang kemudian menjadi bekal penting dalam mengembangkan Ekadanta dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kemampuan seperti ini tidak saya lihat pada program beasiswa lain, yang mungkin lebih berfokus pada pemberian uangnya saja. Di Tanoto Foundation ini, programnya dibuat secara sistematis,” jelas Feroz.
4. Harapan untuk pemuda Aceh
Sebagai putra daerah yang pernah merasakan sulitnya menembus perguruan tinggi terbaik nasional, Feroz berharap semakin banyak anak muda Aceh memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas. Menurutnya, banyak siswa daerah sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi masih terkendala akses informasi, pendampingan, dan lingkungan belajar yang mendukung.
Karena itu, melalui Ekadanta, Feroz tidak hanya ingin membantu siswa mempersiapkan diri masuk kampus impian, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas guru serta keterlibatan alumni dalam dunia pendidikan. Ia berharap semakin banyak generasi muda Aceh berani bermimpi besar, menempuh pendidikan di kampus terbaik, lalu kembali berkontribusi untuk memajukan daerahnya. Baginya, keberhasilan satu siswa dapat menjadi inspirasi dan membuka jalan bagi banyak anak Aceh lainnya.