Ada juga wacana terobosan berupa perluasan wilayah Mina agar bisa menampung jumlah jemaah dalam skala sangat besar. Namun, beberapa pihak meragukan keabsahan haji pada wilayah tambahan yang kini dikenal masyarakat dengan sebutan Mina Jadid.
Wacana penggunaan sistem 'war tiket' muncul dalam Rakornas Kementerian Haji dan Umrah pada Jumat, 10 April 2026. Pertemuan nasional tersebut berlangsung di Tangerang, Banten, guna membahas solusi mengatasi lamanya antrean calon jamaah haji.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai penumpukan 5,7 juta orang yang kini sudah terdaftar dalam daftar tunggu haji. Saat ini antrean keberangkatan jemaah di Indonesia mencapai puluhan tahun karena keterbatasan kuota resmi setiap musim haji.
“Ini adalah upaya kita mewujudkan istitha'ah yang sesungguhnya. Nah salah satu yang sekarang lagi kami pikir, kami sedang memformulasikan,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. dilansir rri.co.id