Desakan serupa sebelumnya juga disampaikan oleh anggota Komisi VI DPR lainnya, Firnando Ganinduto, yang menilai insiden ini sebagai indikasi kuat adanya kegagalan sistemik dalam manajemen operasional yang seharusnya mampu mencegah tabrakan antar kereta di jalur yang sama.
"Ketidakmampuan sistem dalam mengantisipasi kondisi tersebut menunjukkan adanya celah serius dalam integrasi teknologi dan pengawasan operasional," ujar Firnando, yang bahkan mendesak Direktur Utama PT KAI untuk mengundurkan diri.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras juga menyoroti perlunya integrasi pusat kendali perjalanan kereta.
"Harusnya informasi dapat terintegrasi, karena sepertinya koordinasi berbeda," ujarnya, menilai bahwa satu gangguan kecil dapat berkembang menjadi kecelakaan besar apabila mekanisme proteksi berlapis tidak bekerja secara optimal.
Menanggapi berbagai desakan tersebut, PT KAI menyampaikan belasungkawa mendalam serta menyatakan bahwa proses normalisasi prasarana perkeretaapian masih terus dilakukan dengan mengutamakan faktor keselamatan.
Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto juga telah memerintahkan investigasi total, termasuk pembenahan 1.800 perlintasan kereta api yang tidak dijaga.