Di kubu lawan, Galatasaray tiba di Inggris dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka tidak hanya unggul agregat, tetapi juga memiliki rekor fantastis melawan Liverpool musim ini dengan dua kemenangan tanpa kebobolan.
Pelatih Okan Buruk menegaskan timnya tidak akan sekadar bertahan.
"Kami datang untuk bermain dan mencetak gol. Liverpool adalah tim hebat, tetapi tim saya juga memiliki kualitas untuk menyakiti mereka," tegas Buruk.
Meski demikian, rapor merah Galatasaray saat bermain di Inggris dan di laga tandang Eropa pada umumnya menjadi celah yang coba dieksploitasi Liverpool.
Dari 12 kunjungan ke Inggris, wakil Turki itu hanya meraih satu kemenangan. Lebih buruk lagi, dalam 25 laga tandang terakhir di Liga Champions, mereka menelan 20 kekalahan.
Dari sisi individu, duel antara bintang kedua tim akan menjadi penentu. Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menjadi pemain Afrika pertama yang mencetak 50 gol di Liga Champions.
Di sisi lain, bomber Galatasaray, Victor Osimhen, yang telah mengemas tujuh gol di Liga Champions musim ini, siap menjadi momok bagi lini belakang tuan rumah.
Laga ini juga akan menjadi ujian konsentrasi penuh Liverpool, yang musim ini memiliki kelemahan dengan kebobolan 21 gol setelah menit ke-75 di semua kompetisi.
Dengan keunggulan agregat tipis, Galatasaray diprediksi akan mengandalkan serangan balik cepat memanfaatkan kecepatan Baris Yilmaz dan Noa Lang di sayap.