Menurut Bupati, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata ungkapan rasa syukur atas limpahan kebaikan yang telah dilalui sepanjang tahun 2025, sekaligus harapan agar tahun mendatang dipenuhi keberkahan.
Ia juga menegaskan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT, terlebih di momentum pergantian tahun.
“Kami memperoleh laporan bahwa pemerintah kecamatan se-Kabupaten Pohuwato juga melaksanakan kegiatan serupa, baik malam ini maupun beberapa hari menjelang pergantian tahun,”ujar Saipul.
Lebih lanjut disampaikan, pergantian tahun merupakan pengingat bahwa waktu terus berjalan dan kesempatan untuk berbuat kebaikan harus senantiasa ditingkatkan.
Oleh karena itu, menyambut Tahun Baru 2026 dengan zikir dan doa merupakan langkah yang tepat untuk memulai tahun dengan hati yang bersih, niat yang lurus, serta penuh harapan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Zikir dan doa malam ini marilah kita gunakan sebagai momentum merajut kebersamaan menuju Pohuwato yang aman dan damai. Merajut kebersamaan berarti menyatukan kembali benang-benang persaudaraan, memperkuat ukhuah, serta menumbuhkan rasa kebersamaan,”jelas Bupati.
Bupati Saipul juga menuturkan bahwa tahun 2025 akan segera ditinggalkan dengan berbagai cerita, tantangan, dan dinamika. Ada keberhasilan yang patut disyukuri, namun ada pula kekurangan dan kegagalan yang harus dijadikan pelajaran demi perjalanan Kabupaten Pohuwato menuju daerah yang maju, sejahtera, religius, dan berkeadilan.