CARAPANDANG - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu (27/5) mengatakan fase baru tengah muncul dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Armenia.
Dalam kunjungannya ke Yerevan pada Selasa, Rubio dan Menteri Luar Negeri Armenia Ararat Mirzoyan mengumumkan perjanjian kerangka kerja bilateral terkait Trump Route for International Peace and Prosperity (TRIPP).
Kedua pihak juga menandatangani Piagam Kemitraan Strategis Komprehensif serta nota kesepahaman kerja sama di bidang mineral penting.
"Kami melihat munculnya hubungan baru yang hebat dengan Armenia, yang sempat stagnan dalam waktu sangat lama," kata Rubio dalam rapat kabinet.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan pemerintahnya telah memberi tahu Yerevan bahwa Rusia dapat membatalkan perjanjian 2013 terkait gas, produk minyak bumi, dan berlian mentah jika Armenia melanjutkan proses aksesi ke Uni Eropa (UE).
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya juga menyatakan aksesi Armenia ke UE bisa menghilangkan berbagai keuntungan kerja sama dengan Rusia, termasuk harga gas preferensial dalam kerangka Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan berulang kali menyatakan negaranya ingin bergabung dengan UE, meski harus memenuhi berbagai standar yang ditetapkan blok tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan keanggotaan Armenia secara bersamaan di UE dan EAEU tidak memungkinkan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti