"Kalau media mainstream mungkin karena durasi di dalam pemberitaan itu bisa cukup panjang maka program-program atau apapun itu, tidak sekadar dari pemerintah, bisa tersampaikan dengan cukup lengkap. Tapi kalau pola di media sosial karena seringnya ini juga bermain dengan masalah kecepatan, bermain dengan masalah pemilihan-pemilihan judul clickbait supaya viral, yang seringnya antara judul dengan isinya tidak sinkron, nah ini kan juga sebuah tantangan tersendiri," ujarnya.
Oleh karena itu, Mensesneg kembali menekankan tanggung jawab semua pihak untuk memastikan agar dunia digital tidak dipenuhi oleh hoaks, disinformasi, fitnah, maupun ujaran kebencian. Mensesneg juga mengajak insan pers untuk menghindari pemberitaan yang tidak bertanggung jawab, memperkuat demokrasi, konsisten dalam mencerdaskan dan membangun karakter publik, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air demi bangsa yang berdaulat dan bermartabat
"Kita melihat media-media kita juga sekarang sedang berusaha keras untuk ke arah sana, dengan memberikan sajian-sajian pemberitaan-pemberitaan yang betul-betul faktual di lapangan, betul-betul berbasis data," tandasnya. dilansir setneg.go.id